0

7 Hal Paling Menyebalkan di Sekolah

Seseru-serunya kegiatan sekolah, pasti ada beberapa hal yang menurut kita menyebalkan dari sekolah sekolah. Baik itu mengenai sistem pendidikannya, pelajarannya, gurunya, atau lingkungannya. Bahkan, ada pula yang menilai bahwa setiap hal yang memiliki relasi dengan sekolah itu menyebalkan.

Seperti kebanyakan murid di dunia, aku juga merasakan hal yang sama. Sebal karena ini-itu yang menghiasi masa-masa sekolah kita. Setelah diurutkan, berikut rangkuman tujuh hal paling menyebalkan di sekolah, yang mungkin pernah atau sedang kalian alami juga:

  1. Pekerjaan Rumah

Banyak siswa yang nggak suka sama PR, apalagi kalau sudah menumpuk. Ditambah lagi waktu pengerjaan yang tidak sebanding dengan banyaknya PR yang diberikan. Selain menyita waktu sepulang sekolah, PR bisa membuka masalah-masalah lain yang tidak diharapkan.

Misalnya, ketika kita telah mengerjakan PR sebaik mungkin. PR Matematika disertai tiga cara pengerjaan, padahal hanya diminta satu. PR makalah Bahasa Indonesia ditulis beribu-ribu kata padahal hanya diminta lima ratus kata. Tapi, saat waktunya mengumpulkan, keberadaan PR itu dipertanyakan dari tas sekolah, dan kita baru saja ingat kalau PR itu masih ada di rumah. Belum lagi kalau guru memberlakukan hukum ‘terlambat potong nilai’.

Atau yang lebih menyebalkan lagi, PR yang sudah kita kerjakan dengan susah payah itu nggak diperiksa, bahkan nggak disinggung sama sekali. Dari yang awalnya hanya sebal, perasaan itu berubah menjadi kebencian dalam sekejap.

Karena alasan itulah, biasanya PR menjadi hal pertama yang tereliminasi dari prioritas. Akhirnya, banyak yang nggak mengerjakan PR, mengerjakan dengan asal-asalan, dikerjakan orang lain, atau menyalin milik teman. True story?

2. Ujian Nasional

Beberapa tahun belakangan ini, Ujian Nasional tidak lagi menentukan kelulusan, Tapi masih saja pembelajaran di sekolah difokuskan pada mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Padahal kenyataannya, hampir semua mata pelajaran sama berpengaruhnya pada kelulusan. Selain itu, Ujian Nasional mengharuskan kita untuk mempelajari pelajaran tiga tahun, tapi yang ditanyakan hanya empat puluh sampai lima puluh nomor.

Walaupun efisiensinya telah banyak diperdebatkan, dan seringkali dikabarkan akan menghilang, ujung-ujungnya berita itu hanya sebatas wacana. Hanya ganti konsep. Atau malah, hanya ganti nama, sehingga semua siswa dari berbagai zaman kemungkinan akan tetap merasakan betapa menyebalkannya ujian ini.

3. Guru

Kalau ngomongin tentang sekolah, pasti nggak akan jauh-jauh dari guru. Ada banyak sekali tipe guru di dunia ini, dengan gaya mengajarnya masing-masing. Sebagian besar guru-guru itu sangat antusias dan kreatif dalam menyampaikan materinya, yang tentu harus diapresiasi kerja kerasnya. 

Tapi tetap saja, ada beberapa yang menyebalkan. Aku telah menuliskan dengan lebih detil empat guru yang menurutku paling membuat kesal di pada postingan tentang guru ngeselinAku paham betapa sulitnya menjadi seorang guru yang dapat mengubah muridnya menjadi orang yang lebih baik dan lebih berkualitas. Maka, sebagai murid sepatutnya kita menghargai setiap keringat yang mereka cucurkan untuk kebaikan kita bersama. 

4. Peraturan Kurang Berfaedah

Peraturan yang sebenarnya nggak bermakna keberadaannya, tapi harus tetap dipatuhi demi keselamatan bersama. Contohnya saja, larangan mengaktifkan HP saat jam sekolah. Benar sih, bisa menghindari hal-hal yang nggak diinginkan. Tapi bukankah informasi nggak hanya bisa didapatkan di buku paket? 

Kedua, aturan beberapa guru yang melarang meninggalkan kelas untuk ke toilet saat pelajaran, dan menyarankan untuk menunggu istirahat. Bayangkan saja bagaimana ramai dan rusuhnya, jika saat istirahat, ratusan anak dari semua kelas berbondong-bondong ke toilet

Well, itu memang berlebihan, tapi aturan itu menurutku merupakan cara yang salah untuk menghindari murid yang menghilang puluhan menit dengan alasan ke toilet, padahal berputar dulu ke kantin dan singgah ke kelas lain. 

5. Ujian Mendadak

Kalau tahu bulat digoreng dadakan, enak. Kalau ujian diadakan dadakan, bisa-bisa terjadi serangan jantung sekelas. Deg-degan, panik, stres. Semua bercampur jadi satu. Meskipun sudah pernah dipelajari, tapi kalau nggak siap mental, juga hasilnya nggak akan maksimal. Untungnya saja ujian mendadak sudah jarang terjadi di sekolahku, mungkin karena pada akhirnya nilai-nilainya juga kurang memuaskan. Fiuh!

6. Istirahat

Di sekolahku, diberikan dua kali istirahat masing-masing dua puluh menit. Kalau dihitung,  total waktu istirahat itu sepersembilan waktu total untuk kegiatan pembelajaran. Dua puluh menit memang terbilang cukup lama, tapi kalau harus turun dulu ke kantin di lantai satu dari lantai empat, mengantre dengan ratusan orang lainnya, menunggu petugas kantin menghitung kembalian, mencari kursi kosong, baru bisa makan, dua puluh menit jadi terlihat sedikit. Masalahnya, ritual ini harus selalu dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan primer manusia, yaitu pangan. Belum lagi kalau jam istirahatnya dikorupsi guru, dengan alasan mulai pembelajarannya terlambat sehingga harus dikompensasi dengan pemotongan jam istirahat.

7. Rasa Bosan

Sekolah akan terasa membosankan dalam situasi tertentu. Di saat pelajaran yang nggak kita sukai. Di saat gurunya nggak bersahabat. Di saat suasana kelas yang terlalu serius. Di saat teman sebelah nggak masuk. Di saat ekstrakurikuler yang dikira menyenangkan padahal sebaliknya. Dan apalagi kalau lima hal di atas berlangsung bersamaan dalam satu hari. Jadi ingin bakar rumput sekolah.

***

Karena bersekolah merupakan hak sekaligus kewajiban anak, maka harus selalu disyukuri dan dilalui sebaik mungkin, karena pada akhirnya semuanya itu untuk kita sendiri.

Beberapa waktu yang lalu, aku menonton sebuah dokumentasi anak sekolah yang harus berjuang hanya untuk bersekolah setiap paginya, tetapi semangatnya sangat membara untuk terus menggali ilmu sebanyak mungkin. Itulah yang selalu menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus bersyukur masih bisa bersekolah.

Dan aku yakin, suatu saat nanti, tujuh hal menyebalkan di sekolah yang telah aku tuliskan di atas akan berubah menjadi tujuh hal paling dirindukan di sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.