0

Field Trip!

Beberapa waktu yang lalu, kami seluruh kelas delapan mengadakan field trip atau karyawisata. Sama seperti retret yang diadakan di awal tahun ajaran, karyawisata merupakan salah satu program yang diadakan sekolah setiap tahunnya khusus untuk kelas delapan.

Sebenarnya, hanya lima hal yang membedakan field trip kemarin dengan retret beberapa waktu lalu, antara lain:

  1. Kegiatan field trip hanya dilakukan dalam satu hari, lebih tepatnya cuma tiga jam (di lokasi).
  2. Lokasi field trip jauh lebih luas.
  3. Dalam waktu tiga jam, dengan kondisi lokasi yang luas, kami per kelompok diwajibkan untuk mencari jawaban dari beberapa pertanyaan yang diberikan.
  4. Bukan cuma itu, kami juga diwajibkan untuk membuat laporan lima halaman dalam waktu kurang dari dua hari. Sekali lagi, WAJIB.
  5. Tidak perlu membawa barang berlebihan.

Bisa dilihat bagaimana susahnya kami semua. Dari lima perbedaan yang ada, hanya satu yang menguntungkan, iya, nomor 5. Bayangin aja, siang-siang disuruh keliling lokasi yang super luas untuk mencari jawaban dan sedikit bersenang-senang. Demi nilai kelas sembilan. Yoi.

Pada hari yang cerah itu, kami masuk sekolah seperti biasa, tidak ada perbedaan kecuali adanya kemacetan di luar gerbang sekolah karena satu jalur dipenuhi oleh bus. Juga perbedaan dari segi pakaian, karena hari itu kami memakai seragam putih dengan celana panjang hitam.

Dan seperti retret kemarin, terjadi banyak kejadian lucu yang memorable sekaligus kekacauan.

Kejadian unik pertama sudah terjadi bahkan sebelum berangkat. Dimulai dari kesulitan mencari bus yang benar (karena ada 8 bus), yang hampir berakhir dengan 15 orang menaiki bus yang salah.

‘Ini bus nomor 2. Yang paling depan itu kan pertama, ini kedua, itu ketiga’. Begitulah kira-kira logika ngawur temanku yang entah bagaimana berhasil meyakinkan beberapa teman yang lain. Untung aja nggak ikutan.

Yang kedua, sopir bus yang menyetir “ugal-ugalan”. Entah dengan alasan apa, nyetirnya itu kadang normal selayaknya manusia pada umumnya, lebih seringnya ngebut banget. Nggak berangkat nggak pulang, sama aja. Waktu makan di tengah jalan aja (maksudnya bukan makan di tengah jalan raya), makanannya sampai jatuh karena goyang. Terima kasih, pak sopir!

Satu lagi, meskipun busnya udah mepet kiri-kanan, tetap aja dipaksain jalan, padahal udah pasti tinggal dikit lagi keserempet. Mungkin dalam pikiran sopirnya,’ini mah udah sering, palingan nanti cuma beset dikit’. Tapi paling nggak dengan cara menyetirnya, kami sampai di lokasi tujuan kedua dan sampai kembali di sekolah pertama. Lumayan kan pulang paling awal.

Setelah menunggu kedatangan bus lain selama 10 menit, akhirnya kami sekelompok yang berisi lima orang sampai dengan selamat dan mulai menjelajah dengan semangat.

Kami berlima, sempat berhenti beberapa meter di depan pintu masuk memandangi kios persewaan e-bike. Setelah temanku pingsan dilihatin pegawainya dan mengetahui harganya, kami langsung bergegas pergi. Memang terbilang murah, tapi kami memutuskan untuk berjalan daripada mengeluarkan beberapa lembar uang untuk sebuah mesin yang kecepatannya tidak secepat mobil biasa. Ya iyalah.

Aku nggak akan cerita panjang lebar tentang apa saja yang kami temukan, karena banyak tempat yang sengaja kami skip untuk mengejar waktu. Pokoknya, kami berjalan sesuai rute, tapi nggak terlalu memerhatikan sekeliling dan langsung menuju tempat mencari jawaban. Karena manajemen waktu yang baik, atau karena banyak tempat yang di-skip, kami tiba di bus tepat waktu.

Selesai dari itu semua, aku mengerjakan tugas membuat laporan dengan baik (semoga gurunya juga berpikir begitu), walaupun pengumpulannya terlambat karena hasilnya lebih panjang dari yang diwajibkan. Nyeseknya lagi, satu kelas cuma sedikit yang ngumpulin tugasnya. Semoga kalimat ‘untuk nilai kelas sembilan’ yang dilontarkan guru-guru bukan hanya sekadar kalimat motivasi.

Selamat hari MOS pertama bagi yang merayakan~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *