0

Mengenai Soal Esai Ujian Nasional 2018

Tak lama ini, santer dibicarakan rencana pergantian tipe soal menjadi soal esai Ujian Nasional 2018 mendatang. Dari yang awalnya pilihan ganda, akan diubah menjadi soal esai. Walaupun kemungkinan besar masih ada pilihan gandanya, sih. Dan hanya akan dikombinasikan dengan perbandingan tertentu. Kemungkinan ya, karena sampai saat ini belum jelas mekanisme pelaksanaannya.

Tujuan diterapkannya rencana ini yaitu untuk mengukur level kognisi siswa lebih dalam. Benar sih, karena dengan cara ini, peserta diharuskan untuk belajar lebih dalam. Dan tidak bisa ditolak, berita ini menuai banyak pro dan kontra, terutama dari kalangan pelajar, yang masih akan menjalani Ujian Nasional.

Menurutku pribadi, hanya ada beberapa masalah, yang seharusnya telah dipikirkan jalan keluarnya, yaitu pemeriksaan jawabannya. Butuh waktu berapa lama untuk memeriksa pekerjaan jutaan peserta ujian dalam bentuk tulisan. Apalagi jika dipertemukan dengan jawaban hasil mengarang indah. Belum lagi waktu untuk mengumpulkan data dan menggabungkan nilai pilihan ganda dengan nilai esai.

Ditambah lagi waktu jika pemeriksaan dilakukan lebih dari satu pemeriksa, agar tidak terjadi kecurangan. Karena satu fakta, dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan menghasilkan makna yang berbeda. Ehm.

Jika jawaban esai itu ditulis dengan kertas, seperti pada Ujian Sekolah kemarin, muncul masalah baru, yaitu kemungkinan tulisan tidak terbaca karena lembar jawaban rusak atau kelalaian peserta. Nggak mungkin peserta itu disuruh mengerjakan ulang.

Selain itu, menggunakan kertas akan sedikit menodai tujuan diadakannya Ujian Berbasis Komputer (UBK), yakni mengurangi biaya. Biaya kertas dan distribusi akan muncul kembali, walaupun jumlahnya lebih sedikit.

Sebaliknya jika jawaban dikumpulkan menggunakan media komputer, bagaimana jika ada kesalahan ketik. Dengan auto-correct maka jawaban peserta tidak murni jawabannya sendiri, meskipun hanya ditambahkan atau dikurangi satu huruf. Atau, apakah kesalahan ketik bisa dimaklumi?

Menurutku, kebijakan ini sangat baik tujuannya, meskipun akan lebih menyulitkan peserta. Tetapi tidak langsung dengan esai, bisa dicoba dengan isian singkat saja terlebih dahulu. Tidak sesukar esai, namun juga tidak semudah pilihan ganda. Juga supaya tidak jauh dari yang telah dilatih dan dibiasakan dari jenjang sebelumnya. Dan dapat mengurangi kesempatan cap-cip-cup atau menghitung kancing dalam memilih jawaban.

Atau, pertanyaan yang diajukan hanya memiliki satu jawaban saja, seperti dalam pelajaran Matematika atau ilmu pasti lainnya. Boleh dikerjakan dengan metode apapun, tetapi harus dengan rumus dan menghasilkan jawaban yang benar.

Dan yang terpenting, ialah jawaban harus diakui semua sekolah di seluruh Indonesia, bukan hanya sebagian, atau bahkan segelintir.

Oke, hanya sebatas itu pendapatku mengenai kebijakan soal esai Ujian Nasional 2018 . Terutama karena masih dalam tahap rencana, dan belum seratus persen diterapkan. Semua tadi pandangan dan opiniku dengan perspektif pelajar, karena tentu saja pemerintah lebih tahu yang lebih baik untuk pendidikan, berdasarkan data yang lebih akurat.

Anyway, sampai pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah, kita hanya bisa menunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *