0

Battle of Honor Board Game: Review

Battle of Honor Board Game. Film baru? Bukan. Merk Handphone? Bukan juga. Mungkin kalian bertanya-tanya, apa sebenarnya Battle of Honor Board Game itu?

Meskipun telah tertulis bahwa itu merupakan sebuah ‘board game’, sekalian saja pada postingan ini aku akan memperkenalkan sekaligus mengulas produk permainan ini. Battle of Honor Board Game ialah sebuah permainan papan strategi bertema peperangan, yang dimainkan oleh dua orang sebagai pemain, dan satu orang sebagai wasit atau juri.

Seperti permainan papan pada umumnya, dibutuhkan papan (iyalah) dan bidak pemain. Papan yang digunakan merupakan papan khusus yang sudah tercetak arena bermainnya, atau diistilahkan dengan wilayah peperangan. Wilayahnya antara lain markas besar, pos, kemah peristirahatan, jalan setapak, dan rel. Untuk lebih jelasnya, setiap fungsi dan peraturannya telah tercantum dalam setiap kotak permainan papan ini.

Kemudian bidaknya. Masing-masing pemain memperoleh 25 bidak dengan pangkat yang berbeda-beda. Sistem pangkat ini menggunakan referensi pangkat tentara di dunia nyata, walaupun tidak semua pangkat digunakan. Contohnya ialah panglima, letnan jenderal (letjen), brigadir jenderal (brigjen), dan lain-lain. Selain bidak tentara, ada juga bidak bendera, dinamit, dan bom. Sekali lagi, masing-masing fungsi dan peraturannya telah tercantum dalam setiap kotak permainan papan ini.

Penasaran seperti apa bentuk permainannya? Berikut penampakannya meliputi kotak sekaligus papan dan bidaknya:

Penampakan Battle of Honor Board Game. Sumber gambar: improvementcenter.biz dan tokopedia.com

Dari visualnya saja terlihat lebih mudah dipahami daripada permainan catur biasa, maka tidak salah apabila usia minimal pemainnya ialah 7 tahun.

Tujuan utama dari permainan ini ialah untuk merebut bendera lawan yang diletakkan pada salah satu markas besar. Tetapi, berbeda dari permainan papan lainnya, dalam permainan ini pemain tidak bisa melihat pangkat bidak lawannya, karena pangkat hanya tertulis pada satu sisi bidak yang menghadap pada pemain. Contohnya saja, pemain A hanya bisa melihat posisi bidak pemain B, tetapi tidak dapat melihat pangkat dari bidak tersebut. Awalnya memang terdengar membingungkan, tapi setelah beberapa kali bermain, pasti akan paham dengan mudah.

Oke, sepertinya sudah cukup panjang penjelasannya. Untuk informasi lainnya boleh ditanyakan lewat kolom komentar, atau langsung menghubungi Improvement Center.

Nah, sekarang aku akan menyebutkan hal yang kusuka (bukan merk keripik singkong) dan saran yang bisa dipertimbangkan untuk membuat permainan ini lebih nyaman dimainkan.

Keunikan yang paling terlihat ialah mekanisme permainannya. Seperti yang telah dikatakan, pemain tidak bisa melihat pangkat bidak lawan. Jadi, pemain harus memiliki strategi dan rencana tersendiri untuk bisa memperkirakan dan menguak pangkat bidak lawannya. Karakteristik lawan juga merupakan faktor yang relatif penting untuk memperkirakan gerak-gerik bidaknya. Hal seperti ini tidak biasa ditemukan dalam permainan papan lainnya, yang umumnya memperlihatkan pangkat dari bidak semua pemain.

Yang kedua dan terpenting, permainan ini mengajarkan hal yang berguna dalam kehidupan, misalnya melatih ketelitian, kesabaran, dan penguasaan diri. Seiring berjalannya waktu, secara tidak sadar kita telah terbiasa dan terlatih untuk melakukan ketiga hal di atas dalam kehidupan sehari-hari. Atau, kita akan semakin terbiasa untuk berpikir cerdas mengenai beberapa langkah ke depan.

Satu hal lainnya yang tak kalah menarik ialah tata letak dari wilayah pada papan. Semua wilayah penting yang telah disebutkan di atas ditata simetris baik horizontal maupun vertikal. Hal itu menjadikan permainan ini lebih adil dengan tidak menguntungkan posisi tertentu. Selain itu, permainan ini tidak memerlukan alat tambahan seperti dadu yang memiliki faktor keberuntungan.

Itulah tiga dari banyak keunggulan permainan ini, yang tentunya tidak bisa dituliskan satu-per-satu pada postingan ini. Sekarang, mari menyimak satu saran dariku dan sesama pemain lainnya.

Pertama, dari kualitas bidaknya. Tertulis pada halaman penjual di online marketplace Tokopedia, bidak pemain berbahan plastik nilon. Mungkin karena menggunakan plastik ringan, maka para bidak yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk menyeimbangkan dirinya sendiri sehingga sering terjatuh tanpa sengaja.

Sumber gambar: tokopedia.com

Kan nggak seru kalau sudah menjalankan strategi cepat, senyap, dan mematikan, eh, tiba-tiba papannya tergeser sehingga bidaknya jatuh dan pangkat bidak kita terlihat lawan. Itu ngeselin sih. Solusi terbaiknya ialah meletakkan papan di atas bidang datar seperti meja, letakkan pemberat pada keempat pojok papan sebagai penambah kekuatan, dan hindari guncangan baik guncangan pada meja maupun guncangan saat memindahkan bidak.

Ada satu hal lagi yang agak disayangkan, yaitu harus melibatkan orang ketiga sebagai wasit. Selain kasihan karena orang ketiga ini terpaksa menjadi nyamuk dari kedua pemain, tetapi juga cukup sulit untuk menemukan juri yang menguasai peraturan permainan ini pada semua tempat dan waktu. Tapi sebenarnya tidak apa-apa, permainan ini tetap seru dan bermanfaat untuk dimainkan.

Selama ini merupakan post di blog pribadiku -yang dalam setiap post pasti ada nggak benernya- maka aku akan memberikan beberapa tips bila Anda terpaksa menjadi wasit atau juri dalam permainan ini:

  1. Nikmati jalannya permainan dan temukan letak keseruannya.
  2. Duduklah di samping papan di antara dua pemain. Jangan duduk di atas papan, apalagi di atas pemain.
  3. Fokuslah menjadi wasit. Hindari mengajak kedua pemain untuk bermain permainan lain atau nonton bareng piala dunia.
  4. Bila perlu, bawalah makanan pendamping berupa camilan secukupnya. Tidak perlu membawa makanan berlebihan seperti tumpengan nasi kuning, karena tujuan awalnya ialah bermain, bukan merayakan kemenangan Perancis pada piala dunia.
  5. Tidak perlu membawa obat nyamuk semprot. Selain ribet, takutnya nanti kita disemprot karena dikira ‘nyamuk’.
  6. Tidak perlu membawa peluit, kartu kuning, ataupun kartu merah. Ini bukan permainan sepakbola.
  7. Jangan menjadi liar, kemudian memukul-mukul papan sambil berteriak,’Bubar barisaaan, jalan!’
  8. Jangan meninggalkan permainan, apalagi pas lagi seru-serunya, untuk menghindari kekesalan pemain yang tidak bisa dikontrol, kemudian pemain melakukan hal nomor 7.
  9. Hindari kegiatan yang mengganggu konsentrasi pemain, seperti membuka stan nasi goreng, terus nanya pada pemain,’Berapa porsi? Pedas atau nggak?’.
  10. Hindari memberikan komentar yang tidak perlu, seperti,’Yak, bidaknya berani maju, bung! Set, ada perlawanan, kita lihat saja siapa yang menaaang! Sayang sekali, rupaya bidak tadi harus tersungkur mengakui kemenangan lawan.’ atau suara-suara yang mengindikasikan sesuatu, seperti ‘Buuum! Duaaar!’, atau ‘Ah, elah, udah bener tadi!’

Oke, cukup di situ saja, sebelum imajinasiku menjadi semakin liar.

Kesimpulannya, Battle of Honor Board Game ialah permainan papan strategi yang seru untuk mengisi waktu sambil belajar tentang kehidupan. Rating-ku untuk permainan ini: 4.99/5.

Sekali lagi, aku di sini hanya menilai dalam pandangan pemain biasa. Mungkin kalau pembaca pernah berkesempatan untuk memainkan permainan ini dan memiliki pandangan yang berbeda, boleh dibagikan melalui kolom komentar di bawah. Sekian, mohon maaf kalau ada salah kata dalam ulasanku, dan terima kasih!~

Kok jadi kayak penutup pidato, sih?

***

23 Juli 2018 17:00

Selamat bagi Anda yang telah membaca hingga kalimat ini. Ternyata ada satu cerita tambahan yang terlalu menarik untuk tidak diceritakan, yang harus aku tuliskan dalam waktu yang singkat ini (satu jam sebelum postingan ini harus naik). Oke, tanpa lama-lama, mulai saja.

Dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 Juli 2018 hingga 22 Juli 2018 diselenggarakan kompetisi Battle of Honor Board Game. Kalau tidak salah, kali ini merupakan kali keempat kompetisi ini diselenggarakan. Memang Battle of Honor Board Game ini senantiasa dikembangkan dengan hadirnya klub bermain dan kompetisi rutin.

Beruntungnya lagi, tempat penyelenggaraannya juga sangat dekat dengan rumah. Tertarik dengan hadiah yang ditawarkan, maka seminggu sebelumnya aku bertekad untuk mendaftarkan diri. Awalnya aku harus mengakui kekalahan dengan banyak orang. Tapi lama-kelamaan, setelah beberapa kali sharing, diajarkan, dan diberikan tips oleh beberapa teman, setidaknya ada strategi baru yang bisa digunakan.

Tibalah pada saat yang menegangkan, di hari-H. Beruntung lagi karena banyak sesama peserta yang mau bertukar pikiran dan mencoba bermain beberapa ronde sebelum kompetisi dimulai. Hanya berpikir untuk dilalui saja kompetisi ini. Toh, bisa menambah pengalaman.

Setelah permainan 45 menit yang terasa seperti 24 jam berlalu, barulah ada kelegaan, karena berhasil menang dan mencapai target. Tapi ternyata dalam kompetisi itu:

Aku menang… Menangis. Nggak, ding. Menang juara 1… Juara 1 dari bawah. Bercanda.

Ternyata, karena kemurahan Tuhan, aku berhasil mendapatkan juara 1. Sangat tidak disangka. Padahal hanya berharap bisa lolos ronde pertama, tapi aku kembali diingatkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.