0

4 Tipe Guru Paling Ngeselin di Sekolah

Pada masa sekolah, kita pasti pernah bertemu dengan guru atau dosen yang ngeselin apabila dilihat dari segi manapun. Dari cara ngomongnya, metode menyampaikan materinya, atau frekuensi napasnya.

Setelah mendapat inspirasi dari berbagai sumber, terutama pengalamanku sendiri dan tulisan teman, aku menyimpulkan beberapa tipe guru yang paling ngeselin di antara guru ngeselin lainnya.

  1. Hobi curhat

Emangnya nggak ada tempat lain untuk curhat sampai-sampai guru tipe ini menuangkan isi hatinya pada murid-muridnya, yang nggak salah apa-apa tapi setiap hari tanpa mereka inginkan mendengarkan unek-uneknya? Tipe guru ini biasanya nggak cuma curhat hal yang penting, tetapi hal nggak penting juga kadang diceritakan, misalnya saja tentang sandalnya yang hilang. Kadang, saking seriusnya, guru ini terbawa emosi sendiri sampai benar-benar marah. 

Mungkin beliau kira muridnya motivator yang bisa memberikan jawaban, padahal kita sama-sama manusia yang punya masalah, pak! Ehm, sorry, kebawa emosi.

Anyways, ajaibnya dari guru tipe ini adalah beliau-beliau ini selalu bisa mengajarkan semua materinya tepat waktu. Karena materi pelajarannya kadang juga diselipkan dalam curhatannya, kita jadi nggak gampang lupa dan mungkin akan selamanya terpatri dalam ingatan kita. 

2. Pipa tugas

Guru ini ibarat sebuah pipa tugas yang selalu memberikan tugas setiap ada kesempatan. Tapi bedanya, kali ini pipanya udah bocor, sehingga jadinya malah berlebihan dan merugikan.

Guru ini terbagi menjadi dua, antara memberi tugasnya sedikit tapi berat dan dalam waktu yang singkat, atau memberi tugas di setiap pertemuan tetapi nggak pernah diperiksa.

Sebenarnya yang kedua ini yang lebih ngeselin, karena baru ketika beliau membutuhkan nilai untuk dituliskan dalam rapor kita, tugas kita baru bakal diperiksa. Dan biasanya, tugas yang diperiksa itu tugas yang kita kerjakan dengan asal-asalan dan asal kumpul. Ujung-ujungnya, nilai yang tertulis di rapor tidak memuaskan. True story?

Tapi paling nggak, kita secara tidak sengaja diajarkan untuk memberikan yang terbaik di setiap saat.

3. Emosional

Guru ini sering merasa nggak dipedulikan karena kelasnya ramai. Padahal di lain sisi, murid juga makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi. Untuk kembali mendapatkan fokus murid, ada tiga jurus jitu. Pertama, mulai ceramah dan berusaha agar murid-muridnya kembali ke jalan yang benar. Kedua, marah sebesar-besarnya sampai semuanya terpaksa mendengarkan.

Atau yang paling parah, kelasnya dibiarkan ramai hingga bel berbunyi. Kemudian diulang lagi pada pertemuan berikutnya. Dan berikutnya. Dibiarkan seperti itu terus hingga ujian datang, dan kita nggak bisa kerja.

Gurunya biasanya bilang,’Saya sebenarnya mau menjelaskan tapi kalian selalu ramai.’ Yang apabila obrolan itu dilakukan di aplikasi chatting akan ditambahkan emoji :'( di belakangnya agar lebih dramatis.

4. Banyak maunya

Guru tipe ini biasanya masih muda, sehingga mereka sangat sensitif dengan hal yang nggak sesuai dengan keinginannya. Banyak mau itu ditunjukkan dengan mengharuskan muridnya untuk melakukan ini-itu saat pelajarannya. Atau, membuat peraturan yang nggak berfaedah. Misalnya, mengharuskan untuk membawa minimal dua buku tulis, dengan merk tertentu dan menempel fotonya sebagai desain sampul. Nggak segitunya juga, sih. Well, you get the point.

***

Akan tetapi, selalu ingatlah bahwa setiap guru pasti punya gaya mengajarnya masing-masing. Seorang guru pada dasarnya hanya menginginkan terbaik untuk semua muridnya. Jadi percayalah, di balik setiap hal ngeselin itu, banyak keringat telah tercurah supaya muridnya dapat menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Karena gurulah, pahlawan tanpa tanda jasa.

Selamat hari guru, para guru di seluruh Indonesia! Tanpa pengabdianmu, aku tidak akan bisa menulis post ini sekarang.

Super sekali saudara-saudara!

Leave a Reply

Your email address will not be published.